21/10/2021

Diduga Main Besi, Proyek Dana Kelurahan di Desa Mampun di Kerjakan Lempamari di Ktitik Warga

2 min read

BANGKO – Proyek Rigit Beton sepanjang 20 meter dengan lebar 2.5 di Desa Mampun Rantau Panjang Tabir di kritik warga.

Pasalnya, proyek bersumber dana dari Kelurahan sebesar Rp 123 juta tersebut diduga dibuat asal jadi.

Selain itu, proyek itu juga tidak mengunakan plastik hitam sebagai alas cor, kuat dugaan pihak rekanan segaja bermain besi sehinga jarak cicin besi ke cincin besi lainya mencapai 20 cm lebih.

” Ya, kami kecewa dengan pekerjaan ini. landasan dasarnya gak dikasih tarpal plastik. jarak cincin besinya jauh nian, biasanya tuk besi rigit 15 cm, kalau yang ini malah 20 cm lebih” kata tokoh masyarakat mampun minta naman tak di sebut kemedia ini Kamis (8/1).

Selain itu tutur sumber, ia sangat menyayangkan dengan nilai anggaran sebesar 123 juta pihak Rekanan Lembaga Pembangunan Masyarakat Mandiri (Lempamari) di bawah pimpinan Heru hanya bisa mengerjakan 20 meter.

” Sebelum di serahkan Lepamari pekerjaan fisik ini, Pokmas di sini yang mengerjakan hasilnya sangat memuaskan. Namun, setelah di serahkan ke Lepamari, proyek dana 123 juta, hanya bisa di kerjakan 20 meter, itu yang kami sayangkan. Kemudian, ketebalan dari Rigit beton ini hanya di pinggir, di tengahnya di buat tipis,” tukasnya.

Sementara, Pengurus Lepamari Heru dikonfirmasi media ini terhadap kritik warga Desa Mampun soal tarpal plastik tidak dipasang sepertinya agak membangkang.

” Dak ado lagi orang makai tarpal plastik tuk alas dasar untuk cor dak. Itu zaman nabi Nuh dulu orang pakai itu,” tegas Heru sambil mengelak.

Saat di tanya Heru soal jarak cincin besi, yang dinilai masyarakat yang di buat 20 cm bukan 15 cm Heru sepertinya membenarkan.

” Ya, soal besi memang 20 cm jarak cincinnya. Itukan semua ada Konsultanya, bukan sembarangan, ya kalau warga komplin wajar wajar saja,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *