26/05/2022

Diduga Korupsi Alkes,,!!! 12 Orang Pejabat Dan Staf Dinkes Merangin di Periksa Kejari

2 min read

BANGKO – Beredar kabar pihak Adiyaksa (Kejari Merangin), baru baru ini bulan empat 2021 memeriksa 12 orang pejabat hingga staf Dinkes Kabupaten Merangin.

Pemeriksaan tersebut, disinyalir buntut terjadinya dugaan Mark’up pada pembelian alat kesehatan tahun 2020 dengan panggu dana 1,4 Milyar yang di gelontorkan melalui anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Bahkan, hal ini dibenarkan orang dalam minta namanya tak di catut. Namun ia mengatakan meski dipanggil pihak Kejari,  persoalan yang beraroma korupsi yang menyeret nama Kepala Dinas itu sudah dianggap selesai.

” Iya memang kami di periksa Kejari soal pengadaan alkes tahun 2020. 12 orang kami di periksa. Tapi itu telah selesai,” kata orang tersebut yang di periksa ke media Jumat (11/6).

Dari 12 orang tersebut, setaunya ada Kadis sebagai PA, Kabid sebagai KPA, dan PPK, selebihnya staf Dinkes yang terlibat dalam penggadaan proyek tersebut.

” Pemeriksaannya soal pengadaan alat kesehatan, (Antropometri Kit dan Stunting” untuk 151 Pukesmas yang di Kabupaten Merangin. Untuk lebih jelas konfirmasi Kadis lansung,” bebernya.

Kadis Dinkes Merangin Abdai di konfirmasi juga mengakui hal itu. Tapi Abdai membantah di periksa, hanya sebatas konfirmasi terkait dugaan Mark’up pengadaan Alkes tahun 2020.

” Konfirmasi be, bukan pemanggilan. Pihak kejari hanya sebatas konfirmasi terjadi dugaan Mark”up pada membelian Alkes tersebut,” elak Abdai.

Abdai menegaskan, setelah korfimasi, ternyata pihak Kejari tidak bisa membuktikan jika pada alkes itu terjadi Mark’up.

” Maka selesailah disitu, kalau memang terbukti tentu hal ini naik status dari penyelidikan ke penyidikan,. Kalau dak salah konfirmasi itu tepatnya bulan empat 2021,” tegas Abdai.

Kejari Merangin, Martha Parulina Beliana SH.MH dikonfirmasi terkait hal ini melaui Kasi Pidsus Aliansyah belum menanggapi. Nomor aktif, tapi tidak diangkat.(*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.