21/10/2021

Bermodus Hasil Musyawarah, Kades Pungut PTSL di Desa Nibung ” Rp 300 – 400 Ribu”

2 min read

BANGKO –  Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejauh ini di Kabupaten Merangin masih diduga masih ‘Gonjang Ganjing’.

Betapa tidak, Program unggulan Badan Pertanahan Nasional (BPN) di sebut sebut terus di warnai Pungutan Liar (Pungli).

Salah satunya di Desa Nibung Kecamatan Batang Mesumai tahun 2019 ini. Di desa itu mendapat sekitar kurang lebih mendapat 200 persil program PTSL.

Namun, sayangnya, Kepala Desa di Desa itu masih mematok biaya yang tak sesuai, bahkan petugas BPN juga di catut sebagai biangnya sehingga membuat masyarakat mendapat program tersebut tercekik.

Kades mematok satu persil ke masyarakat sekitar Rp 300 Ribu hingga 400 ribu rupiah. Uniknya, alasan Kades berlindung di balik hasil musyawarah.

” Kalau sertifikat kebun itu dipatok Rp 400 ribu. Kalau sertifikat rumah kami di bebankan Rp 300 ribu,” ujar masyarakat saat mengeluh ke media ini minta namanya enggan di catut Jumat (7/2).

Menurutnya, uang yang di pungut tersebut, kegunaannya biaya pengukuran selain itu untuk biaya transportasi petugas BPN.

” Kata Kades kayak itu, bagi masayarakat yang mendapatkan PTSL di bebankan anggaran tergantung luas tanah yang di ukur, bila itu tanah kebun Rp 400 ribu, kalau tanah rumah 300 ribu,” tukas sumber itu.

Sementara Kades Desa Nibung Ismail dikonfirmasi terkait pungutan dalam program PTSL itu membenarkan.

Akan tetapi, hal tersebut dilakukan murni hasil musyawarah dari masyarakat penerima PTSL.

” Memang iya, biaya yang timbul itu bukan ide dari saya melainkan dari masyarakat. Karena menurut mereka untuk petugas BPN,” kata Kades.

Selanjutnya, kata Kades, jika ada pelaporan masyarakat terkait pungutan dalam program ini hal yang wajar saja.

” Wajar saja, mungkin banyak yang tidak senang. Bahkan, kalau boleh jujur sampai saat ini sertifikat selesai tapi masih banyak masyarakat yang tidak bayar,” tukasnya. (*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *