28/11/2021

Diduga Banyak Kasus “Mangkrak” Dan Minim Prestasi Pisah Sambut Kejari Enggan di Liput

2 min read

BANGKO – Dituding minim prestasi selama menjabat sebagai Kejari Merangin, dengan masa jabatan tak kurang dari 3,5 tahun, membuat organisasi profesi yang tergabung dalam Forum Wartawan Merangin (Forwam), akan melakukan aksi yang ‘tak lazim’ disaat last minute kepemimpinan Haryono sebagai Kejari Merangin.

Iya, Forwam yang digawangi ketua Nazarman sepakat, untuk tidak akan melakukan peliputan atau gantung id card, di berbagai aktivitas pisah sambut Kejari Merangin Haryono, yang rencananya akan berlangsung dalam waktu dekat.

“ Ini sudah kita sepakati bersama. Dimana kita akan gantung id card dalam agenda pisah sambut kejari Merangin.

Alasan-nya sederhana, karena kita menilai minimnya prestasi penanganan kasus korupsi di Merangin selama beliau menjabat,” Ujar ketua Forwam Merangin Nazarman didampingi Rafiq wakil ketua Forwam, saat dibincangi jejakjambi.com, baru – baru ini.

Lanjut Nazarman sepengetahuan pihakya, selama Haryono menjabat sebagai Kejari Merangin dari Juni 2016 – Oktober 2019, Kejari Merangin hanya mampu ‘mendobrak’ dua kasus korupsi di Merangin, dengan angka kerugian negara tak lebih dari Rp 500 Juta.

“ Itu yang menjadi alasan kita, kenapa gantung id card untuk peliputan pisah sambut Kejari Merangin Haryono. Aksi gantung id card ini, sebagai bentuk kekecewaan Forwam terhadap kinerja Kejari Merangin selama ini.

“ Dan untuk Kejari Merangin yang baru, kita siap untuk silaturrahmi dan membantu kinerja Kejari Merangin yang baru dalam penanganan kasus korupsi di Merangin nanti-nya,” Tegas Nazarman.

Dilain kesempatan sekretaris Forwam Merangin Chatur juga mensuport agenda gantung id card yang akan dilakukan Forwam Merangin, yang tak lain organisasi profesi tertua yang ada di Merangin dengan jumlah anggota tak kurang dari 50 personil dari berbagai media cetak dan elektronik ini.

“ Kita juga berharap pisah sambut kejari Merangin tak perluh bermewah-mewah lah. Karena masyarakat Merangin bisa menilai hasil akhir dari kinerja Kejari Merangin yang minim prestasi itu,” Ujar Chatur.

Untuk di kethui, hnya  dua kasus korupsi yang berhasil dibongkar Kejari Merangin Haryono selama menjabat, tercatat hanya dua kasus.

Pertama, Oktober 2016 kasus korupsi pembangunan stadion mini Tiang Pumpung Merangin. Dua tersangka, dengan kerugian negara tak lebih dari Rp 250 Juta.

Kedua, Kasus Anggaran Dana Desa (ADD) Dusun Mudo, Bangko, atau  Mei 2018, dua tersangka dan kerugian negara sekitar Rp 212 Juta.

Terkait rencana aksi tersebut, Kejari Merangin Haryono yang dikonfirmasi lewat pesan singkat dinomornya 0817-90645XX sama sekali tidak memberikan hak jawabnya. Sedangkan Kasi Pidsus Johan Ciptadi, saat dikonfirmasi via aplikasi WhattsApp hanya memberikan jawaban.” Saya secara pribadi, tidak ada tanggapan,” Singkatnya.

Dilain pihak kasi Intel Kejari Merangin Erik juga memberikan tanggapan dingin terkait hal tersebut. “Lagi proses bang, sabar nanti kalau naik status pasti segera diinfokan,” Katanya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *