25/06/2022

Bangunan PAUD 2021 Desa Aur Duri Mangkrak, Namun Sudah di Cairkan 100%

2 min read

BANGKO – Proyek pembangunan srana bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2021 Desa Aur Beduri Kecamatan Nalo Tantan dikabarkan mangkrak (Habis Masa Kontrak), Selasa (8/2).

Meski mangkrak, sampai tahun 2022 ini proyek yang menelan dana 349 juta lebih tersebut, masih akan dilanjutkan. Bahkan, sudah dicairkan 100% oleh pihak Desa.

” Iya, memang proyek itu bermasalah, karena sudah habis masa kontrak pekerjaannya tanggal 31 Desember tahun 2021 kemaren, tetapi proyek tesebut tak selesai. Bahkan, sudah di cairkan 100%.,” kata sumber, sebut saja LP (45), salah satu petugas Inspektorat Merangin minta namanya tak di tulis.

LP menguraikan, semestinya jika Kades tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut diakhir tahun, sisa uang untuk pekerjaan dikembalikan ke kas Desa dan menjadi (Silva), dan dana tersebut dianggarkan kembali di tahun 2022 ini.

“Ini tidak, tanpa ada di Silva, pekerjaan juga tidak selesai.Sisa anggaran juga tidak tau disimpan dimana. Sudah surati Kades agar mengembalikan dana itu ke kas Desa ternyata sampai saat ini tidak ada. Tugas sudah dilakukan tetapi nampaknya ada yang bermain, begitulah yang terjadi pembangunan Paud di Desa Aur Duri saat ini,” tambahnya.

Mirisnya lagi, tegas sumber, Inspektorat, Dinas DPMD, dan Camat Nalo Tantan sebagai pebimbing pengawasan dalam pekerjaan proyek tersebut bukan menghentikan, tapi malah merekomendasi agar dikerjakan kembali sampai tanggal 15 Pebuari tahun 2022 ini.

“Tentu hal itu sudah menyalahi aturan. Sudah jelas laporan pekerjaan sudah habis tanggal 31 Desember 2021. Ditambah lagi, anggaranya tidak tau ujung pangkalnya. Kini, tahun 2022 dilanjutkan lagi, pembangunannya, tanpa ada keterangan anggaran yang jelas,” tukasnya.

Sementara itu, untuk mencari fakta kebenaran, terkait rekomendasi yang ditandatangani melanjutkan proyek itu, media ini mencoba menghubungi untuk mengkonfirmasi Camat Nalo Tatan, yakni Agus Salim.

Awalnya, Agus Salim agak terkesan mengelak saat di bincangi media ini. Tak berselang lama, dia mengakui ikut membubuhkan tanda tangan guna menyepakati agar proyek Paud itu di kerjakan kembali.

” Begini dindo, sebagai pengawasan tugas sayo sudah selesai. Lah tigo kali aku surati Kades, tapi tidak digubris. Lalu saya surati instansi terkait (Ispektorat) mohon petunjuk dan arahan. Akhinya dipanggilah kades, dan PTK, dan ketua BPD, kami yang menyaksikan,” kata Agus Salim.

Selanjutnya, ujar Agus Salim, setelah pemanggilan tersebut, DPMD, Inspektorat, surve kelapangan ternyata bahan matereal membangunan Paud sudah disiapkan pihak Desa.

” Lantaran materal sudah disiapkan, ternyata DPMD, Inspektorat, melakukan pembinaan agar menyelesaikan proyek itu batas tanggal 15 Pebuari ini, apa bila tidak selesai maka pembangunan PAUD itu di audit,’ beber Agus Salim.

Saat ditanya Agus Salim, kenapa menandatangi rekom agar pembangunan gedung Paud itu dilajutkan. Sementara, sudah tau jika hal tersebut melanggar aturan.

Bagi Agus Salim, dirinya menandatangani rekom lanjutan proyek itu lantaran menyangkut Laporan Keuangan Daerah (LKD). Kemudian, adanya pembinaan dari Ispektorat dan DPMD terhadap Kades.

“Kalau gak di tandatangi rekomendasi itu terhambat pulo pekerjaannyo. Dan lagi, itu juga diperkuat pembinaan dari DPMD dan Inspektorat agar Kades jugo mengarah ingin menyelesaikan bangunan itu,” tukasnya.(*)

Penulis/Rafik/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.