28/10/2021

Anak Kades Seling Sebut Menetapan Tersangka Oleh Kejari Merangin Terhadap Orang Tuanya M. Syafri di “Nilai Sepihak”

2 min read

MERANGIN – Masih ingatkah dengan kasus mantan Kepala Desa Seling M Syafri Yang di tetapkan sebagai tersangka oleh  Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin karena terduga menjual Tanah Kas Desa (TKD) di Desa Bungo Antoi?

Ternyata kasus tersebut, dinilai sepihak oleh pihak keluarga. Kenapa Demikian? Karena menurut anak mantan kades yakni DR. Tengku Riandi SH MH hal tersebut butuh pengkajian yang serius dan perlu bermusyawarah ke pihak keluarga sebelum di laporkan.

” Atas nama keluarga saya sangat menyesal tindakan pelaporan terhadap ayah saya M. Syafri terkait penjualan tanah TKD yang katanya dua kavling kebun sawit seluas 19.670 di blok 17 Desa Bungo Antoi yang di klem masyarakat Desa, menurut saya secara hukum kasus itu perlu pengkajian yang sangat serius sebelum dilaporkan ke pihak yang terkait,”  kata anak mantan Kades tersebut DR. Riandi SH MH ke media ini Selasa (3/12).

Meski demikian, kata DR Riandi, dirinya objektif dengan aturan hukum. Namun, ia tetap melakukan pembelaan karena merupakan tangung jawab terhadap orang tua. Dalam hal ini keluarga menujukkan Alek Alnemeri SH sebagai kuasa hukum.

” Kita hormati keputusan hukum. Keluarga menyerahkan sepenuhnya penyelesaiannya kepada kuasa hukum sebagai pengacara yaitu Bapak  M Halik Elnemeri, S.H, untuk melakukan pembelaan hukum dalam masa persidangan, Kami sangat berharap bahwa  kasus tersebut  akan cepat dilakukan persidangan di tingkat kejati Jambi,” tambah lagi Dosen senior yang mengajar di salah satu perguruan tinggi di Aceh ini.

Alasan memilih M Alek Elnemeri SH sebagai kuasa hukum, ujar Riandi, karena ia  lebih memahami duduk persoalan tentang asal usul tanah TKD dalam Kabupaten Merangin yang dibagikan oleh Pemda Merangin kepada desa desa. Kemudian, terbuka berpengalaman dalam berbagai persoalan hukum di meja hakim.

” Kami berharap keputusan hakim nantinya merupakan keputusan yang seadil adilnya dalam artian tidak memihak kepada kepentingan tertentu atau kepentingan kelompok,” tukasnya. (*)

Penulis/Editor/ Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *