21/10/2021

Air di Lubang Jarum Tidak Bisa Dikeringkan, Ternyata….

1 min read

 

BANGKO-Evakuasi terhadap 11 korban tewas dilokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, hingga kini belum juga membuahkan hasil.

Tim evakuasi tidak bisa berbuat banyak karena lokasi tambang lubang jarum dipenuhi air. Tiga hari berturut-turur dilakukan penyedotan, namun debit air tidak menyusut.

Bupati Merangin, Al Haris, mengatakan tim evakuasi sudah mengambil sampel air didalam lubang tambang. Dan hasilnya ternyata sama dengan air sungai Merangin.

“Air dilubang tambang itu sama dengan air sungai Merangin. Jadi itulah penyebabnya air tidak kering-kering, karena air sungai Merangin yang masuk ke lubang jarum,” ujar Al Haris, Jumat (28/10).

“Kita akan mencari cara lainnya untuk memperlancar evakuasi. Karena beberapa hari ini kita hanya berupaya mengeringkan air dari tambang,” tambahnya.

Seperti diketahui 11 korban tewas tertimbun dilokasi PETI lubang jarum di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Senin (24/10).

Evakuasi terus dilakukan, namun belum juga membuahkan hasil. Hingga saat ini 11 korban masih tertimbun yakni Tami (45), Yung tuk (30), Siam (28), Hamzah (55), Jurnal (21), Catur (24) dan Guntur (34) merupakan warga Sungai Nilau, Kecamatan Sungai Manau.

Selajutnya Cito (25) dan Zulfikar (25) warga Perentak, Kecamatan Pangkan Jambu, serta Dian Arman (53) dan Erwin warga Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap.(TM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *