28/11/2021

Harga Beli Rendah, Petani Enggan Jual Beras Ke Bulog

1 min read

BANGKO – Dinas Pertanian mengklaim produksi gabah di Merangin pertahunnya sudah lebih dari 100 ribu ton atau sekitar 60 ribu ton Beras. Sementara kebutuhan Beras masyarakat Merangin sekitar 50 ribu ton pertahun, dengan ini Merangin suplus beras sekitar 10 ribu ton.

Namun kenyataannya beras asal Merangin sangat sulit di temukan di Pasaran. Bulog dan Pedangang masih mengandalkan beras dari luar Merangin terutama beras dari Sumatra Selatan.

Salah satu kendala kurangnya beras asli Merangin beredar di Pasaran adalah kerenakan petani enggan menjual beras ke Bulog, penyebabnya adalah harga beli Bulog yang terlalu rendah.

“Harga yang di tawarkan bulog Rp 7.300 per kilogram, sedangkan Petani jika menjual sendiri ke Pasar bisa mencapai Rp 9.000 hingga Rp 10.000,” ungkap Rumusadar, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hultikutura Merangin.

Sama hal yang di ungkapkan Anis Setiawan Kasi Pengadaan Bulog Subdivre Sarko,  bahwa petani di Merangin menjual Beras diatas harga yang di tetapkan.

Pihaknya pernah membeli beras ke Petani sekitar 400 ton, namun Bulog langsung rugi.

“Untuk memenuhi kebutuhan beras di merangin Bulog terpaksa mendatangkan beras dari Sumtara Selatan,” ujarnya.(TM04)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *