21/10/2021

Pembangunan Sepuluh Ruko di Jalan Makalam Tak Kantongi IMB

1 min read

BANGKO – Pembangunan sepuluh ruko  di kawasan jalan H Makalam atau tepatnya di tikungan Bukit Tiung menuju pasar bawah Bangko diduga tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Selain IMB, pembangunan tersebut juga dinilai sudah menyalahi aturan tentang Daerah Aliran Sungai (DAS), sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) tata ruang.

Ironisnya lagi, Tata Ruang Dinas PU Kabupaten Merangin, sudah menyurati pihak pemilik tanah Dewi, yang merupakan Anggota Satpol-PP Kabupaten Merangin, dan pemborongnya Najmi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif di KPU Merangin.

“Sudah saya cek bahwa pembangunan (Ruko) itu tidak memiliki izin, selain itu juga mengancam DAS (Daerah Aliran Sungai) dan Daerah Marka Jalan (DMJ),” ujar Roni, Ketua Forum Masyarakat Peduli Merangin (FBPM).(TM08)

 

 

Baca Juga :

  • http://www.terasmerangin.com/terashukum/fbpm-minta-bupati-hentikan-bangunan-tak-berizin.html
  • http://www.terasmerangin.com/teraskota/aneh-dua-pns-ini-tak-tau-aturan.html

 

Dibangunnya ruko yang tak miliki IMB dan merusak DAS dan DMJ itu, dikatakan lansung aktivis muda Forum Bersama Peduli Meranguin(F-BPM), Masroni saat dibincangi Senen(3/10) sekitar pukul 14.00 WiB.

“Merangin saat ini sudah dak jelas lagi, PNS saja bisa membangun ruko tak memakai IMB. Kemudian, lokasi membangunannya di kawasan resapan air atau DAS,” ungkap Roni.

Disebutkannya, meski itu tanah pribadi, seharusnya yang punya tanah dan pemborongnya harus disiplin aturan, apa lagi mereka adalah sama-sama PNS aktif dan sangat mengerti aturan bukan seenaknya saja.

“Kita tau itu tanah pribadi, namun mereka juga harus tau ada aturan, tidak seenaknya saja asal bangun,” tamah Masroni.(TM08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *