28/11/2021

Gerakan Sesar jangkat, Penyebab Gempa Merangin

1 min read

Bangko – Gempa bumi yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2020 pukul 17.49 Wib dengan kekuatan MG : 4.2 SR kemaren sempat menimbulkan kegaduhan bagi warga masyarkat Merangin, pasalnya pusat titik gempa tersebut berada di koordinat 2,48 Lintang Selatan (LS) dan 102,11 Bujur Timur (BT) pusat Gempa berada di darat, berjarak 36 Km Tenggara Kabupaten Merangin, tepatnya di Desa Koto Tapus Kecamatan Jangkat Timur.

Gempa tersebut di akibatkan adanya Gerakan seser atau patahan Sumatra yang membentang dari Aceh hingga Lampung, yang merupakan seser atau patahan aktif, yang terbagi dari beberapa segmen seperti segmen siulak dan segmen kerinci.

“Di Merangin adalah segmen dikit namanya, sebagai bukti di hasilkanya danau depati IV, patahan ini berarah barat laut tenggara, kemudian sesar sumatra, dilanjutkan pembentukan seser pandan/Jangkat yang berarah barat daya timur laut, karena adanya gerakan sesar ini yang secara mendatar sehingga terjadi gempa,” beber Eko Wahyudi yang merupakan Experience Survei

Lanjut Eko, Merangin berada di patahan aktif, yang dalam artian terus melakukan gerakan, namun belum bisa di pastikan dan diketahui kapan kepastian gerakan tersebut akan kembali muncul.

“Gerakan itu lumrah, ibarat mencari keseimbangan, Cuma kita tidak tau kapan terjadi, hanya manifestasi gerakan itu tau, Cuma perlu penelitian lebi lanjut,” tambah eko

Bahkan Eko juga menyebutkan bahwa, penyebab akifnya sesar Sumatra tersebut akibat dari  adanya jalur penunjaman atau subduksi antar lempeng indo-australia yang menunjang ke lempeng Eurasia.

“aktinya sesar Sumatra, karena dibagian barat itu ada jalur penunjaman/subduksi antar lempeng indo-australia yang menunjang ke lempeng Eurasia, dan segmen dikit gerakannya 11 mm/tahun -7,2,” tutupnya.

Penulis : Andy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *