26/01/2022

Ada Kritik Allat Berat Bantuan Gubernur Tidak di Titipkan di Kecamatan, Ini Penjelasan Kadis PUPR Merangin

2 min read

BANGKO – Berapa hari terakhir Bupati Merangin Al Haris sempat viral karena dinilai tidak tepat janji atau sering di sebut sebagai Pemberi Harapan Palsu (PHP).

Seperti di singgung, Zainuri mantan anggota DPRD Kabupaten Merangin dari Partai Hanura Dapil Pamenang lusa lalu.

Bahwa Al Haris tidak menepati janji, contohnya saja seperti alat berat bantuan Gubernur Jambi yang saat ini.

Semestinya, alat tersebut di tempatkan di Kecamatan, salah satunya Kecamatan Pamenang. Akan tetapi, alat tersebut malah di beck,up di Kabupaten.

Menanggapi itu, Bupati Merangin Al Haris, melalui Kepala Dinas PUPR Kabupaten Merangin, yakni Aspan angkat bicara.

Aspan mengatakan, memang benar alat bantuan tersebut teruntuk Kecamatan, termasuklah Kecamatan Pamenang.

Kendati begitu, tentu hal ini perlu di ketahui, jika Kabupaten Merangin ini ada 24 Kecamatan. Jika mengacu ke bantuan, itu ada 24 alat yang semestinya untuk Kabupaten Merangin.

Berhubung, alat itu hanya dua unit, maka di tempatkan di Dinas PUPR Kabupaten. Bagi siapa yang mengunakannya di persilakan asalkan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

” Bukan kita tidak mau alat ini di tutipkan di Kecamatan. Kita sama sama tau, jika alat ini baru di bantu dua unit baru. Jadi, makanya di titip di Kabupaten. Begitupun pengunaannya, juga sudah jelas, bahwa diatur pada Peraturan Gubernur Nomor 27 Tahun 2017″ ungkap Aspan.

Alat ini, sebut Aspan, bukan tidak dimamfaatkan, namun melalui kelompok, baik usaha tani maupun kelompok masyarakat dengan mengajukan permohonan kepada Bupati Merangin cq Dinas PUPR Merangin.

“ Untuk penggunaan alat berat ini silahkan digunakan dan dimanfaatkan kecamatan, tetapi tetap dikelola oleh Pemerintah Kabupaten karena hal itu diatur melalui Pergub Nomor 27 tahun 2017 dan Perbup Nomor 6 tahun 2018 tentang penggunaan dan pemanfaatan alat berat,” jelasnya lagi.

Meski begitu, kata Aspan, bila ada masayarakat di Kecamatan Pamenang mengajukan peminjaman alat ini tetap di utamakan.

“Sebaliknya apabila tidak ada pengajuan dari Kecamatan Pamenang, tetapi Kecamatan lain membutuhkan, ya dipinjamkan. Sepanjang, masih ada kelompok masyarakat di Kecamatan Pemenang yang membutuhkan, kami tetap fokus ke Pamenang,” tukasnya.(*)

Penulis/Editor/Rafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.